Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Cerpen - Friendzone

Gambar
  FRIENDZONE   Oleh Umi Fadilah  Malam ini, Kara mengajak sahabat kecil yang sekaligus tetangganya untuk pergi ke Kafe Grande, menyaksikan penampilan group band kesukaannya. Namun baru mengiyakan, Kara sudah berteriak di depan rumah Arga.  “ARGAAAA! Ayok dong! Udah jam tujuh, nih! Nggak on time banget, sih!” Kara berteriak dengan menggedor-gedor rumah Arga.  Untungnya Arga hanya di rumah dengan asisten rumah tangganya. Jika ada Samudra dan Citra, orang tua Arga, mungkin Kara sudah mendapat semprotan dari keduanya. Arga memang anak yang mandiri, dari kecil dia sudah mengerjakan segala sesuatu tanpa membebani orang lain. Mengingat Samudra dan Citra yang hanya pulang satu kali dalam setahun dari Kanada. Arga keluar dengan mengenakan celana jeans dan jaket kesukaannya.  “Ra, lo lupa ingatan atau gimana, sih?! Ponsel gue juga masih di tangan, telepon dari lo baru aja mati. Terus lo langsung teriak-teriak nggak jelas gini, hah?! Untung aja gue ganteng setiap sa...

Cerpen - EIFFEL, AKU, dan CINTA

Gambar
  EIFFEL, AKU, dan CINTA Oleh : Umi Fadilah Seorang pemuda berdiri tegak di terminal bus. Menggendong ransel hitam yang terlihat penuh di pundaknya. Tampak dari arah Barat sebuah bus menghampiri, Chandra bergegas masuk bus, tak ingin kembali berdiri setelah lama menahan kaki yang pegal selama menunggu kedatangan bus arah Jakarta. “Senyumnya masih terngiang jelas,” Chandra menggumam di tempat duduknya dengan mengangkat kaki kanannya dan meletakkan pada kaki kirinya sambil tersenyum. “Bangun Mas, sudah sampai di Jakarta,” ucap kenek bus sembari menepuk-nepuk pundak  Chandra yang sulit dibangunkan. Rupanya Chandra tertidur selama perjalanan. “Oh iya Pak, maaf.” Chandra turun dari bus dan langsung mencari kendaraan yang dapat membawanya sampai di depan rumah. “Ojek, Mas?” suara tukang ojek. Sepertinya Chandra sangat beruntung hari ini. Chandra memberikan alamat rumahnya kepada tukang ojek itu. “Assalamu’alaikum, Chandra pulang bu,” Chandra mengetuk pintu hingga akhirnya dia masuk ...

Puisi Cinta (Hujan)

Gambar
HUJAN Karya : Umi Fadilah Kau membawa sejuta kenangan Disetiap rinai yang kau teteskan Suaramu merdu bersatu bermain irama Tik tik tik Begitulah aku mendengarnya Membisulah aku dalam kerinduan Kalbu menggerutu ajukan pertemuan Kali ini raga tak sejalan, diam Akara terus saja menghampiri, menghantui Bayangmu kini tengah menjajah hati Hujan, Kau membawaku ke ruang imajinasi Bersatu dengan mimpi, tak sadarkan diri Hembusan angin mencolek tubuhku Hirap sudah semua anganku tentangmu Kisah kita telah berakhir Kasih tak lagi terukir Aku beranjak dari untaian masa lalu Melangkah, berpikir tanpa mengingatmu Banjarnegara, 21 Januari 2021