Puisi cinta
Lima Detik Saja Cinta,itulah panggilanya Ya,begitulah aku memanggilnya Senyum manis dipipinya Membawaku terbang melayang Membuat jantung berdetak kencang Hingga aku terdiam Dalam benaku bertanya Ada apa dengan diriku? Nampaknya ada yang berbeda Setiap malam terlintas senyum manisnya Aneh tak biasanya seperti ini Sepertinya.... Ah omong kosong macam apa ini Lima detik berjumpa Menumbuhkan benih cinta? Hah ini konyol Lalu apa arti lima detik baginya? Bukan apa-apa Kasihan sekali aku Tidurku tak nyenyak Makan pun tak sedap Hanya mengingat senyuman kilat Yang mungkin saja Sudah dia tebar disetiap petualanganya Namun tak apa Ia berhasil menulis nama Yah,nama pertama berstempel cinta Banjarnegara,25 Maret 2020